KH. Abdus Shomad Bukhori: Prostitusi di Dolly Memalukan

Inpasonline, 10/11/10

Ide penutupan lokalisasi Dolly Surabaya yang pernah dilontarkan oleh Gubernur Jawa Timur ditanggapi dengan serius oleh MUI Jawa Timur. Bahkan ketua MUI Jatim, KH. Abdus Shomad Bukhori, mengaku bahwa ide penutupan Dolly tersebut tidak lain karena kritik MUI yang sudah sangat lama dan berkali-kali dilontarkan dalam setiap kesempatan.

“Dalam sebuah forum yang dihadiri Gubernur dan Wakilnya, saya pernah katakan bahwa prostitusi di Surabaya sangat jelas bertentangan dengan agama,Pancasila dan bahkan dengan UUD 1945”, jelasnya kepada inpasonline. Dalam setiap kesempatan khutbah jum’at di masjid-masjid, Shomad juga mengaku selalu  menjelaskan dampak negatif Dolly terhadap masyarakat di Surabaya. Ia mencontohkan maraknya kriminalitas di sekitar Dolly sudah menjadi bukti kuat dampak negatif tersebut.

Di samping itu, Shomad mengaku malu karena ternyata di Jawa Timur ada tempat prostitusi terbesar se Asia Tenggara yang semakin menjadi-jadi dan tidak terkontrol. Padahal penduduk Jatim 96% beragama Islam yang tentu sangat bertentangan dengan prostitusi. Bagaimana mungkin di Surabaya tidak bisa ditutup, sementara di Jakarta bisa dan diganti dengan Islamic Center.

Terkait dengan penolakan Pemkot Surabaya untuk menutup Dolly, Shomad mengaku tidak kaget. Hal itu karena pemikiran mereka sekuler dan tidak perduli dengan agama. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tidak hanya bisa diukur dari urusan perut, tapi terkait dengan lahir dan batin. Artinya, kemaksiatan seharusnya tidak difasilitasi karena akan menyebabkan banyak permasalahan dan tidak berkah.

Sebagai penutup, Shomad juga menegaskan bahwa mereka yang berkecimpung di gang dolly tidak bisa dikatakan sebagai PSK (pekerja seks komersial). Menurutnya, mereka bukan pekerja. Seharusnya pekerjaan itu halal di sisi agama bukan malah bermaksiat seperti itu.(mm)

    

 

BACA JUGA  Serba-Serbi Istihlal
No Response

Leave a reply "KH. Abdus Shomad Bukhori: Prostitusi di Dolly Memalukan"