Perbandingan Agama, Penting dan Perlu!

No comment 151 views

Oleh: M. Anwar Djaelani

comparative_religion_mainInpasonline.com-Memahami perbandingan agama itu strategis. Sebab, itu bisa memerteguh aqidah kita dari berbagai kemungkinan mendapat gangguan. Cermatilah! _”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”_ (QS Al-Baqarah [2]: 120).

*Urgen, Urgen!*
Terkait hal di atas, umat Islam perlu mewaspadai gerakan Misionaris. Strategi mereka beragam, mulai dari yang tersamar sampai yang terang-terangan. Misal, mereka mendorong pelaksanaan acara keagamaan secara bersama-sama untuk mengaburkan batas-batas aqidah.

Intinya, mereka tanpa lelah akan terus berusaha melunturkan aqidah kita. Tujuan akhir mereka adalah menggiring kita ke agama mereka. _“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup”_ (QS Al-Baqarah [2]: 217).

Dengan belajar Kristologi (ilmu yang memelajari agama Kristen / kekristenan), kita bisa memenuhi Ajaran Mulia ini: _”Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka”_ (QS Al-Ankabuut [29]: 46).

Kristologi bisa lebih memberikan keyakinan bahwa Kitab-Kitab Suci sebelum Al-Qur’an telah mengalami distorsi. “….. _Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”_ (QS Al-Maaidah [5]: 13).

Perubahan-perubahan Kitab-Kitab Suci sebelum Al-Qur’an itu mengambil modus antara lain dengan menyembunyikan ayat, atau ayat diubah dengan mencampur-adukkan yang haq dengan yang bathil, atau ayat ditambah dan dikurangi. _“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur-adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahui?”_ (QS Ali ‘Imraan [3]: 71).

BACA JUGA  Pribumi, Islam dan Orientalis

Berikutnya, Kristologi perlu kita kaji untuk berdakwah dan berdialog dengan Ahli Kitab. _“Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah’. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.”_ (QS Ali ‘Imraan [3]: 64). Baca juga QS An-Nahl [16]: 125.

Untuk mendalami Kristologi, kita perlu banyak referensi. Sebagian di antara yang bisa disebut adalah buku “Dialog Masalah Ketuhanan Yesus”. Buku itu sangat dikenal karena memuat dialog terbuka antara KH Bahaudin Mudhary (1920-1979) dengan Antonius Widuri seorang penganut Kristen Roma Katolik.

Rupanya, setelah membaca sejumlah buku tentang Islam, Antonius Widuri tergerak untuk mengetahui mana agama yang benar. Terkait itu dia-pun mengajak diskusi KH Bahaudin Mudhary tentang Kristen dan Islam.

Acara “Dialog Masalah Ketuhanan Yesus” direkam dan disaksikan sejumlah pengurus Yayasan Pesantren Sumenep. Dialog berlangsung tiap malam mulai 09/03/1970 sampai 18/03/1970 membahas banyak hal, seperti tentang: “Injil”, “Ketuhanan Yesus dalam Bibel”, “Yesus Penebus Dosa”, “Dosa Waris”, “Kitab Al-Qur’an dan Bibel”, serta “Pengakuan atas Nabi Saw sebagai Utusan Allah”.

Setelah berdialog sembilan malam dengan KH Bahaudin Mudhary, Antonius Widuri mendapat sejumlah kesimpulan penting. “Kagum saya rasakan atas begitu cepatnya beliau menunjukkan kepada saya atas kesalahan ataupun banyaknya ayat-ayat dalam Injil antara satu dengan yang lainnya saling berbeda maknanya. Logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur, dan objektif serta diikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk membuktikan kesadaran lahir-bathin,” tutur Antonius Widuri. Dia-pun lalu masuk Islam.

BACA JUGA  Problem Sumber Ilmu Kontemporer Menurut Al-Attas

Tampak, penguasaan atas Kristologi berguna sebagai alat dakwah yang sangat efektif. Untuk Indonesia, buku “Dialog Masalah Ketuhanan Yesus” termasuk fenomenal. Sejak terbit kali pertama pada 1971, buku ini sudah dicetak ulang berkali-kali. Bahkan, buku ini sudah mendunia karena diterbitkan di berbagai negara dan dalam edisi bahasa asing, seperti Arab, Belanda, dan Inggris.

Buku lain yang bisa disebut sebagai salah satu sumber kajian Kristologi adalah “Bibel dalam sorotan Al-Qur’an” yang ditulis oleh Abu Deedat. Si penulis -Abu Deedat- adalah salah satu tokoh yang memang memiliki kapasitas sebagai Kristolog. Dia punya pengalaman -antara lain- sebagai pengasuh kajian Kristologi di radio DAKTA Jakarta dan Ketua Umum FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan) Jakarta.                      

Kemudian, rasanya tak lengkap bicara Kristologi tanpa menyebut KH Abdullah Wasi’an (1917-2011). Beliau jago dialog dan sekaligus penulis buku di bidang Kristologi yang paling menonjol.

KH Abdullah Wasi’an, kata Almarhum Husein Umar (pernah menjadi Sekjen DDII) adalah guru yang sangat tawadhu. Beliau Kristolog yang tenang dan komunikatif.  Sementara, Ihsan Tanjung berkesaksian bahwa “Perjalanan hidup KH Abdullah Wasi’an membuktikan bahwa seorang da’i memang bagian dari pasukan Allah sendiri”. Beliau telah “Menginfaqkan waktunya untuk memelajari Kitab-Kitab Yahudi dan Nasrani, lalu menemukan kekeliruan dan kerancuan-kerancuan, sekaligus membuktikan bahwa itu disebabkan oleh ulah tangan-tangan kotor manusia”.

*Yakin, Yakin!*
Alhasil, insyaa-Allah penguasaan kita atas Kristologi sungguh sangat berguna sebagai salah satu media dakwah yang efektif. Terlebih lagi, Allah telah cukup memberi kita bekal berupa sebuah keyakinan, bahwa “Segolongan Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka sebenarnya tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri dan mereka tidak menyadarinya” (QS Ali-‘Imraan [3]: 69). []

BACA JUGA  Membaca Bencana, Merenungi ‘Tanda’
No Response

Leave a reply "Perbandingan Agama, Penting dan Perlu!"