Pentingnya Mengenal Definisi Filsafat dalam Islam

Written by | Nasional

IMG-20180602-WA0023

Inpasonline.com-Kajian filsafat merupakan hal yang cenderung kurang diminati oleh sebagian masyarakat di Indonesia karena dianggap cukup susah. Selain itu sebagian kalangan umat Islam mengatakan filsafat merupakan bid’ah dan Islam tidak membutuhkan filsafat apalagi menggabungkannya menjadi filsafat Islam. Sebelum menghkumi, harus paham dengan benar apa apa itu filsafat? Adakah filsafat dalam Islam? Jika ada, apa yang dikaji dalam filsafat Islam?

Hal ini dibahas dalam Special Lecturer yang diselenggarakan oleh InPAS (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam) bersama Dr. Syamsuddin Arif, peneliti senior INSISTS (Institut for the Study of Islamic Thougt and Civilization) pada hari Sabtu, 2 Juni 2018 yang bertempat di Hotel Sahid, Surabaya dengan tema “Mengenal Filsafat Islam; Sejarah dan Tokohnya”.

Menurut Dr. Syam (panggilan akrabnya) filsafat merupakan ilmu pengetahuan yang dicapai manusia dengan akal pikirannya. Maka filsafat merupakan bagian dari proses berfikir yang dimana hal itu juga terdapat di dalam Al-Qur’an bahwa Allah menyuruh manusia untuk berfikir “afala tatafakkarun” mengenai persoalan alam semesta, langit, bumi, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, mineral, dan lain sebagainya.

Dengan berfilsafat menusia akan berfikir banyak hal dalam kehidupan seperti untuk apa manusia diciptakan, dan sebagainya. Sehingga hasil dari proses berfikir atau yang bisa disebut filsafat ini bukanlah seuatu perbuatan yang bid’ah karena setiap manusia mempunyai akal yang digunakan untuk berfikir.

“Berfilsafat juga bukan merupakan bagian dari peradaban bangsa Yunani saja yang terkenal dengan tokoh-tokoh filsufnya, namun setiap peradaban bangsa memiliki filsafatnya sendiri termasuk peradaban Islam dengan filsafat Islamnya yang dibawakan oleh tokoh-tokohnya seperti al-Kindi, al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Rushd, dan Ibn ‘Arabi”, jelas Dr. Syam.

BACA JUGA  Prof Ra'fat Asy-Syaikh: Peran Islam Ditunggu Dunia

 

Ia menerangkan, jika ada filsafat Cina, filsafat India, Filsafat Barat, Filsafat Hindu, maka tentu ada filsafat Islam.

 

Zaman dulu, para filsuf tersebut juga disebut sebagai saintis, karena pada waktu itu belum dikenal pemisahan dan pembedaan sempit seperti seperti yang kita kenal saat ini antara filsafat dan sains, antara filsuf dan saintis, antara ahli biologi dan ahli geologi, antara ahli fisika dan ahli kimia.

 

“Bahkan di zaman Isaac Newton (1642 – 1727), kajian mengenai fenomena-fenomena alam yang kini dinamakan “fisika” masih disebut “filsafat alam” seperti yang tertera di dalam karya monumental Isaac Newton yang berjudul philosophiae naturalis principia mathematica – prinsip-prinsip matematis dari filsafat alam (1687)”, terangnya.

 

Jika mengkaji sejarah, terjadi penyempitan makna filsafat yang dimana filsafat dimaknai sebagai kajian spekulatif terhadap asal-usul dan pokok-pokok yang mendasari sesuatu. Selain itu munculnya kampanye anti-metafisika yang dimotori oleh pengusung “logical positism” alias “logical empiricism” semacam Bertrand Russel, Alfred Jules Ayer, Ludwig Wittgenstein, dan Rudolph Carnap.

 

“Dalam tradisi intelektual Islam kata filsafat disandingkan dengan kata “hikmah”. Pemilihan lafaz “hikmah” ini digunakan agar lebih mudah diterima oleh kaum muslim dan filsafat tidak bertentangan dengan ajaran Islam tapi berhulu dan bermuara pada Al-Qur’an”, tegasnya.

 

Para tokoh yang sejalan dengan ini diantaranya seperti al-‘Amiri, al-Farabi, dan Ibn Sina. Namun hal ini tidak serta merta diterima oleh semua umat Islam, diantara yang mengkritiknya ialah Imam al-Ghazali, yang menyatakan makna “hikmah” yang dimaksud dalam Al-Qur’an bukanlah filsafat melainkan syariat agama yang diturunkan Allah kepada Nabi dan Rosul. Tetapi, itulah dinamika filsafat Islam dalam tradisi para pemikir Muslim.

BACA JUGA  ‘Hijrah’ Ilmu Pengetahuan

 

Special Lecturer yang dihadiri oleh sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang seperti  mahasiswa, dosen, peneliti, aktivis dan sebagainya ini berlangsung dari sekitar pukul 09.30 WIB sampai berakhir menjelang berbuka puasa Ramadhan./Rep: M. Afifuddin

 

Last modified: 06/06/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *