Pendiri WikiLeaks: Pemerintah dan Media AS Harus Malu Atas Kasus Iraq

Ia membuat komentar saat diwawancarai pembawa acara terkenal stasiun Cable News Network (CNN), Larry King, mengenai temuan WikiLeaks berkaitan kekejaman Amerika di Iraq.  

Saat wawancara,  Anssange berkata bahwa King harus  ‘malu’ karena bertanya tentang hal  yang melibatkan kehidupan peribadinya, bukan mengenai permasalahan di Iraq.

Assange, 39, muncul di CNN minggu lalu untuk membahas temuan hampir 400,000 fail rahasia perang Iraq di dalam situsnya. Ia menolak menjawab saat ditanya mengenai pelecehan seksual yang dilakukannya terhadap dua orang wanita Swedia.

“Kami menyiarkan 400,000 dokumen rahasia, paling hebat dalam sejarah peperangan yang pernah terjadi  zaman ini. Dokumen itu mengungkapkan 109,000 kematian. Ia hal yang sangat serius dan sesuatu yang amat keterlaluan, jika ada pihak mulai mengaitkan hal ini dengan masalah sepeleh, seperti kisah di tabloid. CNN wajar lebih tahu dan saya percaya ia lebih tahu mengenai ini,”katanya.

Menurut Anssange adalah tidak wajar mengungkap masalah sensasi yang sebenarnya satu hanya berita bohong disbanding kematian 109,000 orang. “CNN patut malu kerana berbuat demikian dan anda Larry, harus malu,” katanya.

Ini adalah kedua kalinya  Assange marah ketika diwawancarai televisi. Mingggu lalu ia juga meninggalkan sebuah wawancara dengan CNN di London.

Assange, seorang warganegara Australia masih dimintai keterangan di Swedia  tetapi sampai dua bulan, penggugat belum menemukan tuduhan resmi terhadapnya. Ia mengatakan bahwa tuduhan seperti itu merupakan kampenye untuk mencemarkan nama baiknya yang didalangi Washington.

Namun King kemudian berkata: “Apa yang patut Anda lakukan hanyalah berkata bahwa tuduhan  itu palsu. Apabila Anda mengatakan ini perkara sepeleh maka saya ingin katakan bahwa pelecehan bukan perkara sepeleh. Apabila Anda katakan itu palsu, itulah jawaban Anda. Itu saja yang kami mau dengar.” – (Agns/bh/r)

BACA JUGA  Mengapa Sulit Sekali Menyebut Breivik Teroris?
No Response

Leave a reply "Pendiri WikiLeaks: Pemerintah dan Media AS Harus Malu Atas Kasus Iraq"