Pembangunan 60 ribu Pemukiman Yahudi Makin Mengancam Palestina

Seperti dilaporkan republikaonline (7/11), sebanyak 13.500 unit permukiman telah diajukan oleh sejumlah pengusaha dan akan ditinjau kemudian. Sementara 23.266 unit permukiman telah mendapatkan persetujuan namun tidak akan dibangun dalam waktu dekat.

Rencana pembangunan tersebut akan membuat semua wilayah di Yerusalem dipenuhi pemukiman Yahudi. Pembangunan pemukiman oleh rezim Zionis Israel tersebut dilakukan usai pencaplokan sebagian wilayah Palestina pada 1967, yang mengharuskan beberapa tetangga di Arab mengubah peta demografi di wilayah tersebut.

Hingga kini belum ada suara protes keras dari Liga Arab maupun OKI. Sekarang ini mereka sibuk galang dukungan untuk memasukkan Palestina ke dalam PBB. Padahal, jika proyek demografis Israel itu sukses, akan mengusir seluruh warga Palestina di Yerusalem dalam rentang 20 tahun mendatang.

Tahun lalu surat kabar Israel Haaretz membeber dokumen bahwa selama 27 tahun, Israel berhasil mengusir 140 ribu Palestina, atau rata-rata lebih dari 5 ribu orang setiap tahunnya dan sekitar 14 orang Palestina setiap harinya .

Meski angka kelahiran penduduk Palestina meningkat, akan tetapi ternyata hal itu diimbangi Israel dengan mengusir warga Palestina dari negaranya.

Dengan informasi ini, mestinya Negara-negara muslim yang tergabung dalam OKI berkonsentrasi menyelamatkan Palestina dari proyek demografi Israel. Gagal menjadi anggota PBB tidak seberat resikonya jika setiap harinya 14 orang Palestina di usir dari negaranya. (republika/info-palestina/Kholili)

 

 

 

BACA JUGA  UI Bangun Perpustakaan Terbesar Dunia
No Response

Leave a reply "Pembangunan 60 ribu Pemukiman Yahudi Makin Mengancam Palestina"