Pakar Peradaban dan “Guru Besar” Bahasa Arab Gontor Meninggal Dunia

Written by | Nasional

maxresdefault (2)11

Inpasonline.com- “Keistimewaan bahasa Arab selain sebagai bahasa Al-Qur’an, juga karena bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain di seluruh dunia. Karena sesungguhnya Bahasa arab merupakan satu-satunya bahasa yang memiliki peradaban dan budaya”.
Kalimat itu sering disampaikan oleh Dr. Dihyatun Masqon (ustadz Dihyah) dalam beberapa kesempatan mengajar dan seminar.
Ustadz Dihyah, sapaan akrab beliau, merupakan salah seorang kader Pondok Modern Darussalam Gontor yang membidangi bahasa Arab. Perangainya yang santun dan inspiratif kerap membuat para santri menanggapinya secara positif.
Di Gontor, Ustadz Dihyah adalah salah satu kader terbaik. Setelah lulus dari KMI Gontor, menempuh pendidikan tinggi di sejumlah Negara. Diantaranya di Universitas Islam Madinah, Universitas of The Pundjab, Pakistan, Universitas Al Azhar Cairo Mesir dan terakhir di Millia Islamic Universitasity, New Delhi, India. Jabatan terakhir di Unida adalah wakil Rektor III Unida dan Direktur PKU (Program Kaderisasi Ulama) kerjasama Gontor dan MUI.
Rabu, 28 Februari 2018 sekira Pk 09.50 diterima pesan singkat melalui jejaring WhatsApp (WA), mengabarkan, telah wafat Ustaz Dr. H. Dihyatun Masqon MA, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta pada Pk 09.45.
“Telah Meninggal dunia Al-Ustadz Dr H Dihyatun Masqon, Wakil Rektor 3 UNIDA Gontor, hari Rabu, 28 Februari 2018 Pukul 09.45 WIB di RSPAD Jakarta,” ujar keterangan resmi dari Sekretaris Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Sejak Oktober 2017, beliau dirawat di rumah Sakit Ponorogo karena ada gangguan Ginjal dan Diabetes. Sejak awal Februari dirawat di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Menurut informasi yang diterima, jenazah akan dimakamkan keluarga besar di Pondok Modern Darussalam Gontor pada Kamis pagi 1 Maret 2018.
Ustadz Dihyah merupakan “guru besar” nya Gontor dalam bahasa Arab. Tamu-tamu dari Timur Tengah senang ngobrol dengan beliau karena kehalusan bahasa Arabnya dan perangainya yang tawadhu serta lembut.
Di Unida, ia mengajar bahasa Arab dan ilmu peradaban. Selain bahasa Arab, ia fasih bahasa Inggris dan bahasa India. Kabarnya, ia juga bisa bahasa Urdu serta bahasa eropa lainnya. Kata beliau, “Kuasai bahasa-bahasa, niscaya kamu kuasai ilmu pengetahuan”./kh/dari berbagai sumber

BACA JUGA  Ilmu Tanpa Khasyyah adalah Bencana

Last modified: 01/03/2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *