NU Akan Menyusun Tafsir Tematis Pengelolaan Sampah

Written by | Nasional

JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU), melalui salah satu lembaganya, LPBI-NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim – Nahdlatul ulama) mengadakan Roundtable Discussion (RTD) pada 25 – 27 Mei 2011. Acara yang dilaksanakan di Jakarta ini mengambil tema “Tafsir Tematis Pengelolaan Sampah”.Hadir dalam acara tersebut, Wakil Sekjen PBNU, H. Syahrizal Syarief PhD, Asisten Deputi Kementerian Lingkungan Hidup, Widodo Sambodo, Ketua LPBI NU, Avianto Muhtadi dan Mr Yasukawa Takashi, First Secretary Kedutaan Jepang di Indonesia.

Menurut Ketua LPBI-NU, Avianto Muhtadi, melalui program ini, LPBI-NU akan melakukan pengurangan timbulan sampah di Jakarta dengan program pengelolaan terpadu berbasis masyarakat melalui konsep 3R (reuse, reduce, dan recycle) dan pengembangan teknologi pengurangan sampah melalui rumah kompos. Tujuan utama dari program ini adalah munculnya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui rumah kompos, jelasnya lebih lanjut.

Ditambahkan oleh Avianto Muhtadi, bentuk kegiatan yang akan dilakukan dalam program ini adalah pelatihan untuk fasilitator yang akan menjadi kader penggerak masyarakat dalam program 3R, penyusunan dan pencetakan media kampanye program 3R yang berupa modul, buku saku, materi khutbah, tafsir tematik, buku saku, poster terkait pengurangan timbulan sampah dan 3R.

Media kampanye tersebut akan didiseminasikan dan disosialisasikan kepada 10.000 masyarakat melalui khutbah jumat, majelis taklim dan majelis zikir, tabligh akbar, pelatihan, dan berbagai forum masyarakat lainnya.  Selain itu program ini akan menyediakan peralatan dan manual penggunaannya dalam membuat kompos yaitu mesin pencacah, cairan pelarut sampah dan pengemasan kompos.

Sementara Mr Yasukawa Takashi, dalam sambutannya dengan berbahasa Jepang menyampaikan bahwa  kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Program 3R (reduce, reuse, recycle) yang di support melalui Kedutaan Besar Jepang melalui  program bantuan hibah untuk proyek grassroot keamanan kemanusiaan dengan tema “Jakarta Clean & Safe” yang melibatkan kerjasama dengan Nahdlatul Ulama.

Ia berharap kerjasama ini membuahkan hasil yang sustain (terus-menerus), tidak hanya proyek semata namun mempunyai implikasi yang luas dan bermanfaat bagi hubungan Indonesia dan Jepang serta bagi masyarakat Indonesia khususnya di DKI Jakarta.

Program ini memang sementara ditargetkan untuk DKI Jakarta, karena Jakarta adalah kota Metropolitan yang memiliki jumlah penduduk 9.558.198 orang berdasarkan sensus penduduk 2010. Menurut data dari Dinas Kebersihan dan hasil penelitian PU dengan JICA pada tahun 2005, Timbulan sampah di Jakarta diperkirakan sekitar 25.600 m3/hari, sedangkan total daya tampung TPS (tempat pembuangan sementara) adalah 18.750 m3/hari. Sampah di TPS kemudian didistribusikan ke SPA (stasiun peralihan antara) di Cakung dan Sunter dan sebagian besar ke TPA (tempat pembuangan akhir). Dari 25.600 m3/hari timbulan sampah di Jakarta yang tertanggulangi sebesar 22.500 m3/hari (83 %), sisanya 3.100 m3/hari (17 %) digunakan sebagai bahan pupuk (kompos), mengurug tanah, dibakar dan dibuang ke Kali/Sungai.

Wakil Sekjen PBNU, H. Syahrizal Syarief, Ph.D., dalam sambutannya mengapresiasi pertemuan ini. Ia menilai bahwa program yang dicanangkan dari pertemuan ini sangat strategis. Ia menambahkan, apa yang dilakukan di Jakarta ini bisa disebarluaskan ke seluruh PCNU yang berjumlah 400 Pengurus Cabang. “Secara keseluruhan, ini adalah peran serta bagaimana dengan program ini perilaku masyarakat bisa berubah dan bisa dilakukan mobilisasi. Bagaimana pengelolaan sampah itu bisa dikembangkan lebih baik”, jelasnya. (mm, nu)

BACA JUGA  Pendidikan Islam Perlu Lahirkan Pemimpin yang Baik

Last modified: 27/05/2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *