Menyambut Lailatul Qodar, Jemaah Diharuskan Memakai Ihram

Komandan polisi Masjidilharam Kolonel Yahya Al-Zahrani mengatakan,  jamaah biasa yang datang untuk shalat atau menghadiri khataman al-Quran pada malam ke-29 akan diarahkan ke kawasan atap, lantai bawah dan plaza di luar masjid. “Ini dilakukan untuk menghindari kemacetan pada malam ke-27 dan 29 serta memudahkan kepada jamaah melakukan umrah,” katanya.

Yahya berkata, polisi yang bertanggung jawab untuk keamanan Masjidilharam diperketatkan yaitu 1.600 anggota polisi, 29 petugas dan 2,800 kadet.

Katanya, Masjid Agung itu dipantau setiap waktu oleh 750 kamera pengawasan yang ditempatkan di lokasi berbeda dalam dan luar masjid.

Dengan alat tersebut, kasus pencurian menururn tahun ini. Juga karena diberlakukan  sistem sidik jari di bandara dan kerjasama antara polisi di Arab Saudi dan negara yang mengirim jemaah.

Sementara itu, Departemen Tawaf dan Presiden Urusan Dua Masjid Suci memperingatkan sopir jemaah yang tidak berlisensi untuk tidak bekerja di Masjidilharam atau dikenakan tindakan.

“Pemandu jamaah dalam masjid yang tidak ada izin sah akan didenda,” kata Yousuf Muhammad Al-Suwailam, yang bertanggung jawab terhadap masalah ini.

Ada 600 sopir jamaah menemani jamaah ketika tawaf di sekitar Ka’bah dan saie, di antara Shafa dan Marwah.

Al-Suwailam meminta jamaah menghabiskan waktu di Masjidilharam untuk shalat dan menganjurkan mereka tidak berdesakan di sekitar Hajarul Aswad.

Katanya, solat sunat tawaf dapat dilakukan di mana saja di dalam masjid, tidak harus dekat Makam Ibrahim.

Al-Suwailam meminta jamaah dan pengunjung mengadukan ke kantor departemen di Pagar Bilal No 6. (Agn/rl)

BACA JUGA  Ghadafi Minta Investigasi Internasional
No Response

Leave a reply "Menyambut Lailatul Qodar, Jemaah Diharuskan Memakai Ihram"