Mengenakan Jilbab, Antara Muslimah Indonesia dan Malaysia

Hasil riset yang dipublikasikan Lembaga Survei Indonesia (LSI), bulan lalu di Jakarta, menyebutkan keputusan mengenakan jilbab sepenuhnya tergantung dari perempuan. Hal itu terekam dalam hasil survei yang menyebutkan 20,8 persen Muslimah Indonesia menyatakan perempuan memiliki wewenang untuk menentukan mengenakan jilbab atau tidak.

Hanya 0,5 persen yang menyatakan mengenakan jilbab merupakan tanggung jawab dari ayah atau suami mereka. Hasil lainnya menyebutkan, semakin tinggi tingkat pendidikan Muslimah Indonesia, semakin kuat kecenderungan mengenakan jilbab tergantung dari Muslimah itu sendiri.

Hal serupa terjadi pada perempuan dengan penghasilan rendah yang mengatakan bahwa keputusan mengenakan jilbab tergantung dari perempuan bersangkutan. Adapun alasan Muslimah Indonesia mengenakan Jilbab antara lain, 17,8 persen, menyatakan untuk melindungi dari sorotan laki-laki. Sementara 7,1 persen mengatakan perempuan berjilbab terlihat lebih menarik.

Di Malaysia, hasil riset yang dipublikasikan Merdeka Center for Opinion Research (MCOR) menyebutkan 70 persen dari Muslimah negeri Jiran itu menyatakan mengenakan jilbab merupakan kewajiban.

Semakin tinggi tingkat pendidikan Muslimah Malaysia, semakin tinggi pula menjadikan jilbab sebagai sebuah kewajiban. Hanya 14,7 persen Muslimah Malaysia yang menganggap jilbab merupakan hak Muslimah bersangkutan.

Pandangan wajib ini, menurut MCOR, berasal dari didikan yang kuat sedari awal terhadap Muslimah Malaysia, khsuusnya saat mengenyam pendidikan dasar hingga menengah. Faktor penguat lain, pada tahun 1980-an, tren mengenakan jilbab di kalangan Muslimah Malaysia begitu tinggi. Kondisi itu tidak berubah meski terjadi pergeseran sosial yang mengacu ke arah yang lebih bebas.

Bahkan pengamatan MCOR, film-film yang dibuat pada 1950-an, yang menampilkan perempuan tanpa jilbab tidak dapat dibuat dengan gaya yang sama pada masa kini. (mm/rpb)

BACA JUGA  Silatnas MIUMI Mantapkan Fatwa Gender
No Response

Leave a reply "Mengenakan Jilbab, Antara Muslimah Indonesia dan Malaysia"