Kuwait Miliki Perpustakaan Sastra Arab Terbesar di Dunia

Kuwait City – Di sela mengikuti kegiatan daurah ‘Islam Wasathiyyah’, rombongan PKU ISID Gontor menyempatkan ziarah ke Maktabah al-Babtain al-Markaziyyah Li Syi’ri al-‘Arabi, pada 26 Mei. Perpustakaan ini terletak di jantung kota Kuwait City, tepatnya di jalan Abdullah Al-Ahmed bersebelahan dengan Masjid al-Kabir, masjid agung milik keamiran Kuwait. Sekitar 15 menit perjalanan dari Hotel Holiday Inn, tempat menginap rombongan PKU ISID.

Pukul 12.30 waktu Kuwait, rombongan datang disambut beberapa staf. Dari seberang jalan Abdullah Al-Ahmed, gedung perpustakaan berlantai empat terlihat megah. Arsitektur gedung memang tidak jauh beda dengan gedung-gedung pusat studi Islam dan Universitas di Kuwait, akan tetapi beberapa bagian bangunan di sekitar gedung, seperti taman, kolam air menyerupai bangunan di zaman Cordoba.

Corak ini sepertinya, terinspirasi era kejayaan kesusastraan Arab di Andalusia dahulu yang terkenal menelurkan sastrawan Arab. Memang di dalam perpustakaan, menyimpan ribuan karya sastrawan dari Andalusia. Bebarapa diantaranya berbentuk manuskrip.

Maktabah al-Babtain merupakan perpustakaan yang mengkoleksi buku-buku, majalah, jurnal dan karya penelitian khusus tentang sastra dan sya’ir Arab. Ia termasuk perpustakan yang pertama kali di dunia yang khusus mengoleksi karya tentang sastra Arab. Bahkan saat ini terbesar di dunia.

Ada lebih dari seratus ribu karya buku dan jurnal tentang kesustraan Arab. Di antara koleks itu, terdapat manuskrip-manuskrip yang ditulis pada zaman awal Islam. Termasuk banyak juga koleksi sastrawan dari Andaluisa. Juga tersimpan buku-buku sastra dan puisi yang dicetak pada awal-awal ditemukan mesin cetak. Beberapa karya penelitian tesis dan disertasi tentang sastra Arab dari beberapa universitas Islam di dunia di simpan di sini.

Lantai dasar khusus ruangan untuk pertemuan, menyambut tamu, koleksi kaset, VCD, Internet dan Mushalla dan disebelahnya dilengkapi dengan kafe. Di lantai ini biasanya pengunjung yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan peneliti dari berbagai negara melakukan diskusi, dan menulis. Terdapat juga ruang untuk pertunjukan teater dan seminar. Yang hebat, di sini dilengkapi daftar seluruh karya sastra Arab yang tersebar di seluruh dunia. Pencariannya secara online. Karena itu, ia disebut dengan “smart building”.

Perpustakaan pribadi ini terbuka untuk umum. Beberapa mahasiswa dari negara-negara Arab pernah melakukan penelitian di sini. Al-Babtain dibangun sejak tahun 2002 dan selesai pada 2006 oleh seorang penyair terkenal asal Kuwait bernama Abdul Aziz Su’ud al-Babtain. Menurut keluarga al-Babtain, yang menyambut kedatangan rombongan ISID, perpustakaan ini dibangun dengan tujuan melestarikan dan memajukan tradisi sastra Arab di kalangan umat Islam dan kemajuan peradaban bangsa Arab di tengah peradaban modern saat ini.

Laporan: Kholili Hasib dari Kuwait

 

BACA JUGA  Geert Wilders Dipermalukan di Parlemen
No Response

Leave a reply "Kuwait Miliki Perpustakaan Sastra Arab Terbesar di Dunia"