Kuala Lumpur Terpilih sebagai Kota Kebudayaan Islam

InpasOnline,20/05/09

Pada 5 Mei lalu, ISESCO memilih Kuala Lumpur sebagai Kota Kebudayaan Islam 2009  Asia. Dipilihnya ibukota Malaysia itu karena kota tersebut bukan saja karena Islam menjadi  agama resmi negara, namu juga karena sejarah pembangunan fisik  dan mental ibu kota itu diwarnai oleh nuansa keislaman.

Masyarakatnya pun menampilkan diri sebagai masyarakat islam yang berbusana muslim. Hal ini diakui oleh Sekretaris Jenderal ISESCO (Perserikatan Bangsa-bangsa dalam bidang  Pendidikan, Saintifik dan Budaya Islam), Dr. Abdul Aziz Othman Altwaijri.

“Kuala Lumpur menunjukkan contoh yang baik bagi dunia bahwa Islam kaya dengan berbagai kebudayaan dan kesenian di samping kemoderenan yang dicapai,” katanya.

Ditunjunya kualulumpur sebagai Kota Kebudayaan Islam 2009, setelah kota tersebut memenuhi kreteria yang disyaratkan panitia.

Peresmiannya dilakukan oleh Yang Dipertuan Agung, Tuanku Mizan Zainal Abidin dalam upacara yang meria di Musium Kesenian Islam, Jalan Perdana, Kuala Lumpur.

“Pemilihan Kuala Lumpur penghargaan tinggi dunia terhadap negara ini,”kata Yang Dipertuan Agung dalam sambutannya. Ia juga mengatakan bahwa Malaysia merupakan contoh negara Islam yang berhasil  menunjukkan tahap peradaban serta kebudayaan yang tinggi.

Dalam hal ini Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan, Dr. Rais Yatim berkata, Kuala Lumpur berupaya mendahului kota-kota di dunia dalam menunjukkan budaya Islam.”Ini setelah syarat-syarat utama pemilihan telah berhasil dipenuhi. Ia termasuk sebuah kota yang mempunyai status sejarah yang unik serta budaya yang kukuh,”kata Dr.Rais.

Ia menambhakan bahwa Kualalumpur punya wahana universal dan keislaman yang nyata, mempunyai kemudahan penelitian yang saintifik, berkaitan arkeologi dan manuskrip yang bisa dirujuk di samping mempunyai kegiatan budaya, kesenian dan warisan yang aktif.

Status sejarah yang unik saat Malaysia dulu dikenali sebagai Tanah Melayu, yang menjadi tujuan pertama sebagai pusat penyebaran Islam awal abad ke-11 Masihi bagi rantau Asia Tenggara.

Pada dewasa ini, Malaysia merupakan negara yang menerjemahkan Islam dalam banyak wajah, sehingga di selah-selah bangunan moden pencakar langit akan kedengaran azdan memenuhi ruang udara dari menara Masjid Jamek Kuala Lumpur, yaitu masjid tertua di tengah kota yang dibangun pada tahun 1909.

Walaupun masjidnya tertua, namun paling cantik dan paling indah di kota tersebut.

Terpilihnya sebagai Kota Kebudayaan Islam 2009 di Asia berarti sepanjang tahun ini Kuala Lumpur akan menjadi daya tarik dunia untuk melihat sendiri wajah-wajah budaya Islam untuk dipelajari.  

Sebanyak 215 program telah dan akan berlangsung disiapkan oleh berbagai pihak demi suksesnya program yang prestisius.

Pemilihan Kualalumpur sebagai Kota Kebudayaan Islam bagi rantau Asia ini diputuskan dalam Persidangan Kelima ISESCO di Tripoli Libya pada 21 hingga 23 November lalu.

Pada tahun ini juga, Kairouan di Republik Tunisia turut dipilih sebagai Kota Kebudayaan Islam bagi mewakili bangsa Arab dan di benua Afrika diwakili N’Djamena di Republik Chad. (ut/b)

BACA JUGA  Menengok Muslim Paris Di Tengah Isu Islamophobia
No Response

Leave a reply "Kuala Lumpur Terpilih sebagai Kota Kebudayaan Islam"