Jangan Sibuk Belanja di 10 Hari Terakhir

Written by | Nasional

“Kita jangan sampai lalai. Pada hakikatnya, 10 hari terakhir di bulan Ramadhan merupakan waktu yang sangat baik untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Bidang Fatwa Gusrizal Gazahar di Padang saat diwawancarai Republika (26/8).

Membuat persiapan merayakan Idul Fitri tidaklah dilarang, namun diminta untuk tidak lalai sehingga amalan di akhir Ramadhan semakin berkurang. “Melihat kondisi hampir sebagian besar masjid dan mushala mulai ‘kehilangan’ jama’ah, hal ini seyogyanya menjadi perhatian khusus umat Islam,” tuturnya.

Ia menyayangkan, pada awal Ramadhan, sebagian besar umat Islam begitu semangat melakukan ibadah. Sementara itu, pada akhir Ramadhan, khususnya 10 hari terakhir, justru semangat beribadah semakin berkurang. Pemerhati budaya dan media Astar Hadi menjelaskan bahwa di 10 hari terakhir Ramadhan, dalam konteks muslim Indonesia,  tiap orang yang semestinya menjemput  Malam Seribu Bulan dengan memperbanyak berdiam diri di masjid dalam suasana khusyuk, alih-alih, justru terjadi konversi i’tikaf dalam ekstase (kenikmatan) shopping di mal-mal.

Spirit lailatul qadar tergerus oleh wujud perayaan “kemenangan” yang hyperreal.Kemenangan yang berjejer di pusat-pusat perbelanjaan secara tidak sadar diamini secara perseptual sebagai semangat kembali pada kesucian (Idul Fitri),” jelas Astar. (Kartika Pemilia)

 

 

BACA JUGA  Nasehat KH. Hasyim Asy’ari

Last modified: 29/08/2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *