Islamisasi Media Massa

Written by | Opini

Hal ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu perlu adanya suatu usaha Islamisasi media massa. Sebagaimana konsep Islamisasi ilmu pengetahuan yang pernah dipopulerkan oleh Prof. Dr. Syed Moh. Naquib al-Attas dan Ismail R al-Faruqi, maka konsep islamisasi media massa juga dirasa penting. Dikatakan penting karena media massa merupakan suatu sarana dalam rangka transformasi ilmu pengetahuan dan juga wawasan. Di samping itu, media massa juga memiliki pengaruh besar dalam membentuk pola pikir (framework) seseorang. Media massa memberikan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya dapat membentuk persepsi. Dan penelitian menunjukan bahwa persepsi mempengaruhi sikap (attitude), perilaku serta tindakan seseorang.

Salah satu aspek penting dalam proses Islamisasi menurut Prof. Dr. Syed Moh. Naquib al-Attas adalah peranan bahasa. Sebab bahasa membawa istilah dan dalam istilah terdapat konsep dan melalui konsep itulah proses Islamisasi pandangan hidup terjadi. Begitu juga Islamisasi media massa, khususnya ketika pemberitaan yang berhubungan dengan dunia Islam, hal yang terpenting adalah jangan sampai istilah-istilah yang justru mengacak-acak umat Islam selalu digembor-gemborkan, sebagai contoh misalnya istilah Islam fundamental, Islam radikal dan sebagainya. Karena jika hal itu dibiarkan terjadi, tidak menutup kemungkinan berita yang dibawa oleh media massa justru akan semakin memecah belah umat Islam itu sendiri.

Padahal secara fakta, kejadian yang berlangsung di dunia Islam tidak separah apa yang mencuat di media massa. Namun karena cara berpikir (framework) dan juga cara pandang (worldview) yang dimiliki banyak dari media massa melihat Islam dari pandangan negatif dan sempit, akhirnya berita yang ditampilkan jauh dari fakta dan data.

Untuk itu sangat diperlukan adanya Islamisasi media massa. Dan yang perlu ditekankan di sini, Islamisasi media massa bukanlah islamisasi dalam alat atau sarana teknologi media massanya seperti kamera dan recorder, namun Islamisasi yang dimaksud lebih kepada cara berpikir (framework) manusia yang berkecimpung di dunia media massa tersebut. Dengan begitu, keobjektifan berita yang ditampilkan akan lebih bersifat adil (al-‘adalah) dengan artian tidak melebih-lebihkan serta tidak mengurangi fakta dan data yang ada.

Dari situ, sekurang-kurangnya terdapat dua makna Islamisasi media massa yaitu pertama, Islamisasi pola pikir dari pengaruh ekternal dan kedua Islamisasi pola pikir dari dorongan internal. Yang pertama yaitu pembebasan pemikiran dari pengaruh mitos dan animisme (takhayyul/khurafat), serta juga tidak ketinggalan sekularisme. Sedangkan yang kedua adalah membebaskan manusia dari sikap tunduk kepada keperluan fisik atau jasmaninya yang condong mendzalimi dirinya sendiri dan juga orang lain, sebab sifat jasmaniah manusia lebih condong untuk lalai terhadap fitrahnya sehingga mengganggu keharmonisan dan kedamaian dalam dirinya dan juga orang disekitarnya yang pada gilirannya akan menjadikan kerusakan di muka bumi.

Dengan demikian, proses Islamisasi media massa melibatkan dua langkah utama yang saling berhubungan. Yaitu pertama adalah proses mengeluarkan unsur-unsur dan konsep-konsep yang ditelorkan oleh pemikiran yang bersifat hedonis, materialis dan sekularis, serta yang kedua, memasukkan unsur-unsur serta konsep-konsep utama yang berpandangan hidup (worldview) Islam ke dalamnya.

Jadi Islamisasi media massa di sini adalah proses peng-islaman cara berpikir dan cara pandang dalam dunia media massa. Tentunya pendekatan atau framework Islamisasi yang dimaksud berdasarkan pada konsep-konsep dalam pandangan hidup Islam. Yaitu memasukkan konsep-konsep penting dalam pandangan hidup Islam untuk menggantikan konsep-konsep hedonis, materialis dan sekularis yang tidak sejalan dengan Islam. Dengan demikian, transformasi informasi yang dihasilkan setelah adanya Islamisasi media massa adalah berita yang didasarkan pada fakta dan data yang ada serta di dasarkan pada nilai-nilai yang objektif dan berkeadilan (al-‘adalah) Islam.

 

 

BACA JUGA  Berhijrah, Songsong Era Cerah

Last modified: 01/03/2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *