ISLAMIA: Orientalis Dan Sejarah Islam Di Indonesia

peran Islam dalam sejarah Melayu-Indonesia. Dia mengutip beberapa buku para orientalis yang bertugas di Indonesia, seperti Snouck Hurgronje dan J.C. Van Leur yang menyatakan Islam tidak membawa perubahan mendasar sedikitpun di kepulauan Melayu-Indonesia dan tidak juga peradaban yang lebih luhur daripada peradaban yang sudah ada. Di samping itu, Isa juga menyebutkan penggambaran yang kurang tepat tentang sejarah Islam di Indonesia oleh para penulis Kristen, seperti TB. Simatupang dan Eka Darmaputera.

Padahal, tulis Isa, pengaruh yang sangat besar telah dimainkan oleh Islam dalam sejarah Melayu-Indonesia. Ia mengutip pakar sejarah Melayu, Syed Muhammad Naquib al-Attas, yang menolak keras teori para sarjana Barat yang menganggap kehadiran Islam di wilayah Melayu-Indonesia ini tidak meninggalkan sesuatu yang berarti bagi peradaban di wilayah ini. Isa menyimpulkan bahwa ada usaha sistematis dari para kolonialis – orientalis untuk menghilangkan jejak pengaruh Islam dalam sejarah di Indonesia. Wajar jika mereka melakukan rekayasa sejarah yang sesuai dengan harapan mereka, yaitu hilangnya pengaruh Islam dalam sejarah di Indonesia .  

Usaha menghilangkan jejak Islam yang dilakukan oleh para orientalis tidak hanya melalui rekayasa sejarah, tetapi juga melalui karya sastra kuno. Hal itu sebagaimana ditulis oleh Susiyanto dalam artikelnya yang berjudul Darmgandul dan orientalisme. Dalam artikel tersebut, Susiyanto menyayangkan karena serat Darmogandul ternyata dijadikan referensi sejarah Indonesia. Padahal dalam serat tersebut, menurutnya, memiliki ciri yang sangat kental dengan semangat anti Islam, pro-Kristen, dan pro penjajah Belanda. Dalam artikelnya ini, ia berhasil meyakinkan pembaca bahwa terdapat kalimat-kalimat dalam darmogandul yang sangat jelas menunjukkan permusuhannya dengan Islam, dan pro penjajah yang Kristen.

Di samping itu, dari hasil penelitiannya, Susiyanto memastikan bahwa hampir seluruh isi darmogandul merupakan bentuk turunan dari babad yang ada sebelumnya, yaitu serat babad Kadhiri.  Serat Kadhiri, sebagaimana diakui penulisnya sendiri, merupakan proyek pemerintah Belanda dan merupakan cerita pedalangan yang bersifat fiktif dan berbeda dengan sumber lainnya. Oleh karena serat Darmogandul sangat persis dengan babad Kadhiri, kecuali cerita tentang Kristen, maka Drewes memastikan bahwa  hampir keseluruhan serat Darmogandul berasal dari babad Kadhiri yang memang hasil dari proyek penjajah Belanda. Jadi, bisa dipastikan, tegas Susiyanto jika serat Darmogandul adalah proyek Belanda juga untuk memojokkan Islam dan mengangkat posisi agama Kristen dan penjajah Belanda.(mm) 

BACA JUGA  Al Qur’an Tertua tiba di Ternate
No Response

Leave a reply "ISLAMIA: Orientalis Dan Sejarah Islam Di Indonesia"