Hubungan Buruk Dengan AS Tak Halangi Pakistan Menjadi Anggota DK PBB

Pakistan meraih kemenangan pada hari Jumat (21/10) dalam persaingan paling hangat dalam pemilihan para anggota Dewan Keamanan PBB dalam beberapa tahun belakangan ini. Maroko, Guatemala dan Togo adalah tiga negara lainya yang juga terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan.

“Itu menunjukkan pengakuan tentang pentingnya Pakistan dalam sikap negara-negara,” satu kemenangan, kata Gilani dalam satu pernyataan. “Itu adalah satu bukti dukungan Pakistan dalam sikap negara-negara itu dan secara efektif membantah tuduhan dikucilkan sebagaimana yang dinyataan oleh sejumlah kalangan,” katanya mengacu pada kecaman oposisi tentang kebijakan luar negerinya.

Pakistan mengambil alih kursi untuk Asia-Pasifik, dengan meraih 129 suara, minimum yang diperlukan, dengan 55 suara direbut pesaingnnya Kirghizstan. Masa jabatan dua tahun itu mulai 1 Januari 2012. India juga akan tetap menjadi anggota Dewan Keamanan sampai tahun 2012.

Menteri Luar Negeri Hina Rabbani Khar dalam satu pernyataan terpisah mengatakan keputusan itu “mencerminkan bahwa Pakistan penting dan dihormati masyarakat internasional”. Keputusan itu ditetapkan setelah hubungan Pakistan-AS memburuk akibat serangan pasukan khusus AS pada 2 Mei 2011 yang menewaskan Osama bin Laden di sebuah daerah dekat Islamabad.

AS juga mendesak Pakistan menumpas kelompok-kelompok gerilyawan garis keras yang beroperasi di perbatasan Afganistan. Namun seiring dengan memburuknya hubungan AS-Pakistan, tampaknya akan sulit bagi AS untuk menyetir Pakistan. “Pakistan akan menduduki kursi Dewan Keamanan pada saat ketika dunia pada umumnya dan kawasan yang luas kita khususnya terjadi perkembangan-perkembangan yang berdampak jauh,” kata Khar.

“Seperti di masa lalu, Pakistan akan memainkan peran konstruktif di Dewan Keamanan untuk memelihara perdamaian dan kaamanan internasional. Pakistan menduduki kursi dewan enam kali, kata media resmi yaitu tahun 1952-1953, 1968-1969, 1976-1978, 1983-1984,1993-1994 dan 2003-2004. India dan Pakistan berbagi masa jabatan di dewan itu tahun 1968, 1977 dan 1984.

Sementara terkait hubungan Pakistan dan Amerika Serikat, kedekatan hubungan India dan Amerika Serikat tampak semakin memperburuk hubungan AS dan Pakistan. Pakistan pun saat ini tampak semakin dekat dengan China.

“Sebagaimana hubungan AS dan Pakistan memburuk, banyak pengamat yang mengatakan, Islamabad tampak menjadi lebih bergantung pada China daripada sebelumnya,” demikian laporan dari Congressional Research Service (CRS), seperti dikutip PTI, Jumat (28/10/2011).

Hubungan AS dan Pakistan mulai memburuk di saat penyergapan Osama bin Laden yang dilakukan oleh militer AS di wilayah Pakistan. Hubungan mereka makin diperburuk lagi oleh tudingan AS yang mengatakan, Pakistan mendukung militan Haqqani dalam menyerang Afghanistan.

Kunjungan Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani ke China pada Mei lalu tidak menimbulkan adanya penguatan hubungan antara kedua negara tersebut. Namun China menegaskan kepada Barat agar menghormati kedaulatan Pakistan.

China juga sepakat untuk menjuat 50 jet tempur JF-17 ke Pakistan yang sudah diperbaharui. Pakistan juga tampak ingin membeli kapal selam ke China.

Perdana Menteri Pakistan juga sempat mengatakan, China merupakan mitra segala musim bagi Pakistan. China dikabarkan selalu berdiri di samping Pakistan dalam situasi apa pun. (antara/AFP/PT/Kartika Pemilia)

 

BACA JUGA  Jalan Palestina Menuju PBB : Dunia Sambut Pidato Mahmoud Abbas
No Response

Leave a reply "Hubungan Buruk Dengan AS Tak Halangi Pakistan Menjadi Anggota DK PBB"