Hadiri Catatan Akhir Tahun 2014: Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab

adian husainiInpasonline.com-Pada penghujung tahun 2014 ini, Dr. Adian Husaini akan menyampaikan refleksi akhir tahun 2014 dengan tema “Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab. Refleksi Catatan Akhir Tahun (CAP) itu adakan diadakan di Radio Dakta 107 FM Bekasi, pada 30 Desember 2014 jam 20.00. Di penghujung tahun itu Adian Husaini akan menyampaikan hal-hal penting terkait tema. Berikut poin-poin yang akan beliau sampaikan:

Gegap gempita pemilihan Presiden 2014 lalu akhirnya berujung kepada terpilihnya Jokowi-JK sebagai pasangan Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019. Banyak yang senang, bersorak gembira, lalu berharap-harap cemas akan masa depan. Tidak sedikit yang kecewa pula. Apa pun, pesta itu sudah usai. Kini, bangsa Indonesia harus menatap ke depan; siapa pun presidennya. Akankah bangsa Muslim terbesar di dunia ini akan tampil sebagai salah satu bangsa yang terhormat? Bagaimanakah peran Muslim Indonesia ke depan? Apakah Muslim akan menjadi kekuatan yang disegani ataukah akan dipandang “tidak penting” wujud dan tiadanya?

Muslim Indonesia – sebagai komponen terbesar bangsa Indonesia – sepatutnya memainkan peran yang signifikan dalam percaturan kehidupan umat manusia, sebab mereka adalah khaira ummah (QS. 3: 110). Amanah risalah yang mereka emban harus diwujudkan dalam bentuk aksi-aksi nyata, sehingga misi utama Kenabian – tegaknya Tauhid dan Kebaikan bagi umat manusia – dapat ditegakkan dan diwujudkan.

Para perumus Konstitusi RI (UUD 1945) sejak awal sudah menyebutkan perlunya Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Dalam teori Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas yang dirumuskan dalam Seminar Internasional Pendidikan Islam pertama di Makkah, 1977, keadilan adalah kondisi dimana adab ditegakkan; sedangkan adab terwujud dari hikmah. Jadi tiga istilah penting dalam Islamic basic vocabularies, — yakni hikmah, adil dan adab – bisa ditemukan dalam pembukaan UUD 1945. Prof al-Attas bahkan sampai pada kesimpulan, bahwa akar persoalan umat Islam terletak pada masalah “loss of adab”, hilang adab.

BACA JUGA  Dakwah Membendung Kristenisasi Harus Menyentuh Budaya

Konsep hikmah, adil, dan adab itu sepatutnya dipahami dengan baik oleh umat Islam Indonesia, jika mereka ingin mewujudkan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan peradaban yang agung. Dalam konsep adab, seorang muslim harus mampu dan mau memahami dan meletakkan segala sesuatu di tempatnya yang betul sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah.

Dalam politik, misalnya, penguasa jangan berlaku tidak beradab, dengan membuat kebijakan yang melawan aturan-aturan Allah dan Rasul-Nya yang dirumuskan oleh para ulama Islam. Ketaatan pada negara atau pemerintah, sesuai konsep adab, harus diletakkan di bawah ketaatan kepada Tuhan.

Ironisnya, justru pembangkangan kepada Tuhan Yang Maha Esa dilakukan di berbagai bidang kebijakan pembangunan. Konsep negara maju seharusnya diambil dari al-Quran, sunnah Rasulullah saw, dan tradisi keilmuan Islam yang dirumuskan pada ulama. Konsep pembangunan yang adil dan beradab bisa diambil dan dikembangkan dari konsep negara taqwa (QS 7:96).

Ringkasnya, jika konsep hikmah, adab, dan adil diterapkan di Indonesia dengan tepat dan sungguh-sungguh, pasti Indonesia akan menjadi negara maju dan hebat, yakni negara adil dan makmur di bawah naungan ridho Ilahi. Dalam sejarah, sudah sangat melimpah konsep-konsep negara adil dan beradab yang dirumuskan para ulama dan tokoh Islam, seperti Haji Agus Salim, Ki Bagus Hadikoesoemo, Kasman Singodimejo, Mohammad Natsir, Hamka, dan sebagainya.

Kini, konsep-konsep itu perlu dirumuskan dan diterapkan kembali dalam konteks perjuangan membangun Indonesia kini dan ke depan. InsyaAllah dengan itu, kita tidak salah arah, tidak salah proporsi, Lebih jauh tentang aplikasi konsep adab, hikmah, dan adil, dalam membangun Indonesia yang adil dan beradab, silakan menghadiri acara Catatan Akhir Tahun 2014 Dr. Adian Husaini, hasil kerjasama INSISTS dan Radio Dakta 107 FM.

BACA JUGA  Peradaban Islam Tertinggi Berada di Zaman Sahabat Nabi

Sejak Januari 2003, Adian Husaini telah mengisi acara “Catatan Akhir Pekan Adian Husaini” di Radio Dakta. Kini, program itu masih berjalan, dan sudah mencapai catatan yang ke-387. Mari kita berdiskusi menyongsong Indonesia yang adil dan beradab!

Untuk mengikuti diskusi ini, dapat mendaftar dengan SMS: CAT-Nama-Alamat-Email, kirim ke:0813-82357453 (Insists). Atau Info: 021-8807426-27 dan 021-7940381.

No Response

Leave a reply "Hadiri Catatan Akhir Tahun 2014: Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Beradab"