Awas, Missionaris Menyamar di Pesantren

No comment 772 views

BANYUWANGI – Sangat sering umat Islam disuguhi cara-cara licik misi kristenisasi. Ada yang lewat bantuan korban bencana alam, bimbingan belajar, jalan-jalan gratis, bantuan untuk orang miskin, beasiswa bahkan dengan kedok mengawini muslimah. Ada satu cara lagi yang baru-baru ini menggemparkan penduduk Banyuwangi, khususnya para santri dan penduduk sekitar Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah Miftahul Ulum, Laban Asem Kabat, Banyuawangi Jatim. Mereka dikagetkan dengan adanya penginjil yang menyamar menjadi santri di pesantren tersebut. Di Pesantren ini , pengijil tersebut berusaha merusak citra Islam dari dalam dan mengiming-imingi warga sekitar untuk menganut Kristen.

Kejadian ini bermula pada 23 Januari 2011 lalu, seorang laki-laki yang mengaku bernama Muhammad Yusuf diantar temannya ke pesantren ini. Dengan logat Batak-nya, ia bertutur telah diusir dari rumahnya di Jakarta dan ingin mempelajari Islam. Ia juga mengaku menjadi mu’allaf karena ingin mendapatkan kebenaran yang selama ini ia dambakan. Dari Jakarta ia lari ke Lombok karena takut terhadap keluarganya yang merestuinya masuk Islam. Selama di Lombok ia mengaku di khitan kemudian pergi ke Bali untuk nyantri kepada seorang Ustadz. Di Bali ia merasa tidak mendapatkan ilmu apa-apa, justru laptop-nya sering dipinjam sang Ustadz untuk menonton film-film dewasa. Ia juga mengaku mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Tapi, dari KTP yang diserahkan kepada pengurus pesantren diketahui nama aslinya ternyata Hezkiel Fernandes, berasal dari Riau dan tertulis beragama Islam.

Setelah resmi menjadi santri, Hezkiel atau Yusuf memulai aksinya. Ia kerap masuk ke kampung-kampung yang ada di sekitar pesantren. Kepada warga kampung, ia mengaku anak orang kaya raya. Ayahnya menjadi donatur terbesar dalam misi kristenisasi dan konon telah membangun 500 rumah untuk menampung orang-orang yang baru masuk kristen. Sedangkan ibunya, seorang pejabat Badan Pertanahan Negara (BPN). Ia juga kerap bercerita kepada para santri dan warga kampung tentang keikutsertaannya dalam Olimpiade Matematika di Athena dan meraih juara pertama.

Meskipun tergolong muluk, tidak sedikit penduduk kampung yang terpengaruh dengan omongannya, sampai-sampai ia dikenal sebagai santri yang pandai bergaul. Berkat kepiawayan bergaul ini, ia begitu akrab dengan warga sekitar dan hampir tiap malam ia diajak makan di rumah warga secara bergantian. Hezkiel juga dikenal sangat murah hati dan sering meminjamkan laptop atau hp-nya kepada anak-anak warga kampung. Pendeknya, ia berhasil mencuri hati mereka. Tapi uniknya, menurut pengakuan beberapa warga, setiap kali bercerita ia selalu menyelipkan kalimat yang bernada hasutan, “Jika kamu masuk Kristen maka hidupmu akan berubah!”. Ia selalu mengulang-ulang kalimat itu.

Sementara pengurus pesantren belum mengetahui gelagat Hezkiel ini. Bahkan karena kemahirannya dalam bahasa Inggris, ia di minta mengajar para santri. Ia juga diminta oleh pengurus untuk memberikan les matematika kepada para santri yang akan menghadapi UNAS.

Diantara santri yang mulai curiga dengan gerak-gerik Hezkiel ini adalah teman sekamarnya, Fathur Rozy dan Sayyid Faqih Bilfaqih. Mereka curiga karena setiap kali menelpon atau menerima telpon, Hezkiel senantiasa menyendiri di sungai. Setiap kali menerima SMS, ia langsung menghapus setelah membacanya. Belakangan juga diketahui ternyata handphone dan laptop-nya penuh dengan video-video porno. Ia sering meminjamkan laptop-nya kepada santri dan warga sembari berkata kepada mereka bahwa vidoe-video itu milik usatadz-nya di Bali. Bahkan Rozy pernah memergoki Hezkiel membawa Injil. Ketika ditanya ia berkilah hanya sebagai perbandingan.

Kecurigaan kedua santri ini akhirnya dilaporkan kepada pengurus pesantren, sehingga pada akhirnya para pengurus sepakat untuk menjebak Hezkiel. Ia dipancing untuk mengikuti jamuan makan malam di rumah salah seorang warga. Pada saat keluar itulah, para pengurus pesantren menggeledah kamarnya. Dan ternyata, kecurigaan itu benar-benar terbukti. Para pengurus ini mendapati handphone dan laptop Hezkiel ini penuh dengan gambar dan video porno. Di tas laptop-nya juga ditemukan Injil yang selama ini ia bawa. Dan yang paling mengagetkan adalah SMS di hanphone-nya yang belum sempat dihapus. Pesan tersebut dari Nyoman dengan nomor 08123806336. Pesannya berbunyi:

“Shalom dik, sy harp tetap tenang, TUHAN YESUS Juruselamat kita, pembela dn pelindung kita, tetaplh berdoa, TUHAN pasti menyelmtkn dari persoalnmu, sbab kalo hazkiel mengalami ini karma DIA, DIA menolongmu, nmun penyamarnmu tetap hrs bijak, sy setuju, jk hezki mrsa tdk aman di sini, lari saja k dpsr GBU..”  (SMS ini sesuai tulisan aslinya, red)

Pagi harinya, 01 Februari 2011, para pengurus pesantren melaporkan Hezkiel kepada kepolisian setempat. Ia pun langsung digelandang ke kantor polsek. Pada sore hari ia masih terlihat, akan tetapi di malam hari ia sudah menghilang entah kemana. Inilah yang menjadi tanda tanya besar para pengurus pesantren Miftahul Ulum ini. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam, khusunya para pengurus pesantren.  (mm/CN) 

                    

    

 

BACA JUGA  Menegaskan Paradigma Jihad, Ulama Menyoal Terorisme
No Response

Leave a reply "Awas, Missionaris Menyamar di Pesantren"