Astaghfirullah, Aliran Nurul Amal Tidak Mewajibkan Puasa, Halalkan Pencabulan Istri

Tentu saja, kemunculan mereka mengusik kekhusukan ibada puasa warga Lampung pada pekan ini. Ketua MUI Lampung Utara menjelaskan aliran ini mengajarkan kepada pengikutnya ajaran-ajaran aneh dan ritual syirik.

 Para anggotanya didoktrin bahwa menunaikan puasa tidak  wajib dan dosanya akan ditanggung Rahmat Hamdani dengan cara memotong 100 ekor ayam. Lalu, memerintahkan jemaahnya untuk mabit di Bukit Sembilan, Lampung Selatan, selama 40 hari dan di Bukit Suyak, Muaradua, selama 100 hari, dan menghalalkan istri-istri anggotanya untuk dicabuli sang pemimpin.

Empat pengikut aliran yang dipimpin R. Hamdani  pada Rabu lalu dimintai keterangan oleh MUI Lampung Utara di hadapan ratusan massa. Dari situ, mereka mengaku bahwa  Nurul Amal mengajarkan kepada pengikutnya, untuk melakukan shalat malam, mengunjungi tempat kramat tertentu guna mencari wangsit.

Anehnya lagi, bagi para anggota yang telah mendapat wangsit berhak mendapat gelar Aulia’ (wali). Parahnya, guru besar Nurul Amal menghalalkan bahkan mengharuskan pencabulan terhadap istri-istri pengikut ajaran Nurul Amal. Aksi pencabulan yang dilakukan oleh guru besar R.Hamdani direlakan oleh para suami.

Ketua MUI Lampura, Mughofir, mengatakan, ajaran yang digunakan oleh kelompok atau pengikut Nurul Amal dapat digolongkan ajaran sesat, karena tidak mewajibkan berpuasa, mengajarkan ritual syirik, dan menghalalkan pencabulan terhadap istri.

Beberapa suami anggota aliran tersebut melaporkan bahwa telah terjadi pencabulan R.Hamdani terhadap istri-istri mereka kepolisian setempat. Merasa kehormatannya dihina mereka keluar dari anggota Yayasan Nurul Amal dan mengancam sang pemimpin.

Seperti dilaporkan Lampung Post 11 Agustus kemarin, karena telah meresahkan itu, maka nyaris terjadi bentrok antara jemaah Nurul Amal dan warga. Warga yang merasa resah, meminta kegiatan Nurul Amal dihentikan. Ratusan warga Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara, menyerbu Masjid Nurul Amal di pinggir jalan raya Prokimal pukul 21.30 WIB pada (9/8). Massa yang kalap langsung mengusir 30 pengikut peribadatan Nurul Amal.

Ketegangan ini memaksa kepolisian mengamankan tiga puluh satu anggota aliran Nurul Amal. Namun hingga kini belum ada keterangan jati diri pemimpin aliran Nurul Amal, R. Hamdani. (lampung post/inilah.com/radar lampung/kholili)

 

 

 

BACA JUGA  InPAS Gelar Bedah Buku “Teologi dan Ajaran Syiah”
No Response

Leave a reply "Astaghfirullah, Aliran Nurul Amal Tidak Mewajibkan Puasa, Halalkan Pencabulan Istri"