Air Kita, Wajah Kita -Refleksi Hari Air Sedunia 22/3/2011-

 

Kita dan Air

Manusia adalah makhluq yang tak mungkin terpisahkan dari air. Malah, tubuh kita sebagian besar terdiri dari air / cairan. Saat anak-anak, ada sekitar 75%-80% komponen cairannya. Lalu, kala dewasa, terdapat sekitar 60% komponen cairannya. Khusus otak, memiliki komponen air sebanyak 90%.

Kita selalu memerlukan air. Khusus untuk minum, secara umum, ada patokan bahwa rata-rata manusia memerlukan sekitar 2,5 liter (2500 ml) air tiap hari. Sementara, secara khusus, ada yang menggunakan ‘rumus’ 30 ml – 40 ml per kg berat badan per hari.

Kapanpun kita butuh air yang bukan hanya bersih tapi juga dalam jumlah memadai. Sebab, di samping untuk minum, air banyak diperlukan untuk kebutuhan lainnya. Sayang, kini kita merasakan ketersediaan air (baik dalam hal jumlah maupun mutu) semakin memrihatinkan. Padahal –konon- kita tak bisa bertahan hidup jika tak minum air tiga sampai lima hari.

Untuk menggugah kesadaran warga dunia akan urgensi kelestarian air, maka setiap 22 Maret diperingati sebagai World Day for Water atau Hari Air Sedunia. Perayaan ini adalah bagian dari usaha penyadaran untuk bersama-sama mengelola sumber-sumber air bersih.

Pada 2009, Hari Air Sedunia bertema “Shared water, shared opportunities”. Pada 2010 bertema “Clean Water for a Healthy World“. Dengan tema-tema itu, diharapkan kita sadar dan peduli akan nilai penting air bagi manusia. Lalu, kita bersegera untuk secara bersama-sama menjaga kebersihan air dan menghematnya.

Sementara, pada 2011 tema yang diangkat adalah “Water for Cities, Responding to The Urban Challenge“. Lalu, dialihbahasakan dalam tema Hari Air tingkat nasional menjadi “Air Perkotaan dan Tantangannya”.

Tema untuk 2011 ini terasa sangat mendasar karena “dekat” dengan masalah kita. Lihat saja –misalnya- www.detik.com 22/3/2010. Di edisi tersebut, situs itu mengutip pernyataan Hamong Santono (Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air): “Upaya pemerintah Indonesia untuk melindungi dan menghormati hak atas air bersih masih terlalu jauh dari harapan masyarakat”. Menurut dia, akses masyarakat Indonesia terhadap air bersih perpipaan tahun 2009 baru mencapai 38 persen. Berdasarkan audit BPKP, jumlah PDAM yang sehat hanya sebanyak 103 (37,45%), sedangkan PDAM yang tidak sehat jumlahnya lebih besar yakni sebanyak 172 (62,55%).

Bagaimana keadaan air di Surabaya? Pencemaran yang terjadi di Kali Surabaya sudah parah dan mengkhawatirkan. Akibatnya, air di Kali Surabaya sudah tidak layak lagi dipakai sebagai bahan baku mutu air PDAM.

Memang, pencemaran yang terjadi di Kali Surabaya sudah cukup parah. Penyebabnya adalah limbah pabrik dan limbah domestik yang sama-sama menyumbang pencemaran masing-masing 50%.

Berdasarkan penelitian, saat ini air Kali Surabaya kandungan COD (chemical oxigent demand) ternyata nilainya 20 padahal seharusnya 10. Sedangkan, BOD (biochemical  oxigent demand) ternyata nilainya 5 padahal seharusnya 2. “Akibatnya, kualitas air di sana masuk kategori kelas II yang hanya untuk air bersih, sedangkan kelas I yang cocok untuk air minum.” Jadi, “Air Kali Surabaya hanya layak untuk  baku mutu air bersih, bukan untuk baku mutu air minum,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jatim Indra Wiragana (www.beritajatim.com 26/1/2011).

Tentu saja fakta di atas memrihatinkan. Maka, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kelestarian air, baik dalam hal ketersediaan, jumlah, maupun mutunya. Semangat untuk aktif terlibat dalam segenap usaha pelestarian air semestinya terus membesar, mengingat manfaatnya yang sangat vital bagi kehidupan manusia.

Berikut ini sekadar catatan, betapa bermanfaatnya air bagi kita. 1). Membuat tubuh lebih sehat. Jika asupan air mencukupi, hal ini dapat membantu kelancaran distribusi nutrisi ke seluruh tubuh sehingga semua sel dalam tubuh dapat memperbaiki diri. Dengan minum air sesuai anjuran juga akan meringankan kerja ginjal sehingga dapat membantu kita terhindar dari penyakit ginjal. 2). Memperlancar pencernaan. Minum air membantu pembuangan racun hasil metabolisme secara lebih lancar. Ini akan membantu kita terhindar dari penyakit pada pencernaan seperti sakit maag dan sembelit. 3). Menambah kecantikan alami. Kekurangan air akan membuat kulit kita terlihat kering dan berkerut. Air akan membantu menjaga kulit agar tetap kenyal sehingga terlihat awet muda dan cantik alami. 4). Membuat langsing. Air dapat menurunkan berat badan. Karena air tidak berkalori, bebas lemak, bebas kolesterol, dan rendah natrium. Selain itu, air membantu tubuh menguraikan lemak yang tersimpan. 5). Meningkatkan kesuburan. Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan, ternyata air dapat membantu meningkatkan kesuburan karena akan merangsang produksi hormon testoteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita.

 

Perspektif Islam

Rasakanlah betapa sangat bermaknanya air bagi hidup dan kehidupan kita lewat (terjemah) ayat Allah ini: Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS Al-Anbiyaa’ [21]: 30).

Air adalah salah satu indikator kemahabesaran Allah. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS Al-Baqarah [2]: 164).

Air adalah salah satu tanda kemahakuasaan-Nya. Allah yang mengatur ada atau tidaknya air di sebuah tempat, dan bukan manusia. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya (QS Al-Hijr [15]: 22).

Air ‘dipilih’ Allah untuk menghidup-suburkan bumi sehingga menjadi lingkungan hidup yang indah bagi manusia. Dan, kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah (QS Al-Hajj [22]: 5).

Kelak, di akhirat, air menjadi ‘menu’ yang sangat membahagiakan manusia di surga. Di surga, Allah menggambarkan tentang penghuninya yang suka berdekat-dekat dengan air, lambang kesejukan dan kenikmatan. Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir) (QS Al-Hijr [15]: 45). Sementara, di neraka, air menjadi sesuatu yang sangat diidam-idamkan oleh para penghuninya. Tapi, Allah mengharamkan air untuk segenap warga neraka. Dan, penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu.” Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” (QS Al-A’raaf [7]: 50),

Bagi manusia, makan dan minum adalah kebutuhan pokok yang tak boleh ditinggalkan. Makan dan minum harus kita penuhi secara wajar agar kita berkehidupan yang baik. Maka, dalam konteks ini, keberadaan air sebagai salah satu kebutuhan pokok terlihat urgensinya.

Allah menegaskan bahwa air memang diprogram untuk menjadi minuman kita. Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu (QS An-Nahl [16]: 10). Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak (QS Al-Furqaan [25]: 49).

 

Pantulan Itu

Bagi manusia, makan dan minum adalah kebutuhan pokok yang tak boleh ditinggalkan. Makan dan minum harus kita penuhi secara wajar agar kita berkehidupan yang baik. Maka, dalam konteks ini, keberadaan air sebagai salah satu kebutuhan pokok terlihat urgensinya.

Oleh karena itu, ayo selamatkan air! Mari cintai air dengan tidak mencemarinya. Mari, cintai air dengan cara menghemat penggunaannya. Sungguh, ‘wajah’ kita tergantung kepada ketersediaan dan kualitas air kita. []

 

BACA JUGA  Gundah, Saat Ghirah Musnah
No Response

Leave a reply "Air Kita, Wajah Kita -Refleksi Hari Air Sedunia 22/3/2011-"